1 buku
Emilio Vega, cronista deportivo yang telah diasah oleh puluhan tahun kekecewaan, tiba di Giants Stadium untuk meliput pertandingan México melawan Bulgaria di babak 16 besar Piala Dunia USA 94. Yakin bahwa ia sudah tahu bagaimana semuanya akan berakhir —kekalahan lagi, kesunyian lagi— ia berlindung di balik sinisme dan buku catatannya, tempat ia menuliskan kronik sebelum kejadian itu benar-benar terjadi. Namun pertandingan itu menyimpan lebih banyak kejutan dari yang ia bayangkan. Dalam sore yang penuh terik dan iman itu, Vega menemukan bahwa, setelah dua puluh empat tahun, sepak bola masih sanggup mengejutkannya — dan bahwa menulis tidak selalu berarti melindungi diri, melainkan berani untuk percaya.