The Tenderness of TomorrowKelembutan Esok Hari
Sastra
Ditulis oleh
Raquella HartDi usia empat puluh lima, setelah dua puluh tahun menjalani pernikahan yang ia kira kokoh, Georgia menemukan sebuah pesan di ponsel suaminya yang menulis ulang tiga tahun terakhir hidupnya.
Perceraian meninggalkan baginya sebuah rumah, kemapanan finansial, dan malam-malam Kamis yang dihabiskan sendirian di bar hotel, membawa sebuah novel yang tak pernah dibaca dan beban sunyi dari segala hal yang tak sempat ia jalani.
Lalu ia bertemu Axel, seorang montir yang belum pernah menikah, dengan oli di bawah kuku-kukunya dan tato bertuliskan LIVE EACH DAY LIKE IT'S YOUR LAST.
Apa yang bermula sebagai hubungan santai yang penuh kehati-hatian perlahan berubah menjadi sesuatu yang tak direncanakan oleh keduanya. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Georgia mendapati dirinya menatap ke depan, bukan lagi ke belakang.
The Tenderness of Tomorrow adalah novel yang bercahaya dan berpandangan jernih tentang memulai kembali, cinta yang tak terduga, dan cara-cara rapuh nan mengejutkan ketika satu orang mampu mengubah arah hidup orang lain.