Something That Waits等待的东西

本章节暂无Chinese (Simplified)译文。登录后即可参与翻译,让所有人都能免费阅读。

Tidak semua hal yang hilang benar-benar pergi.

Ada yang tetap tinggal, meski tak lagi bisa disentuh. Ada yang terus mengawasi dari tempat yang tak pernah diketahui manusia. Dan ada pula yang menunggu begitu lama sampai manusia lupa bahwa mereka pernah membuat janji.

Malam itu, seorang perempuan terbangun dari tidurnya.

Napasnya memburu. Keringat membasahi pelipis, sementara jemarinya mencengkeram selimut dengan kuat. Ia baru saja mengalami mimpi yang sama untuk kesekian kalinya.

Dalam mimpinya, selalu ada seseorang yang berdiri di kejauhan.

Sosok itu tidak pernah mendekat. Tidak pernah mengancam. Bahkan, setiap kali muncul, ia hanya tersenyum seolah sedang menunggu seseorang menyadari keberadaannya.

Perempuan itu mengusap wajahnya, mencoba mengembalikan kesadaran sepenuhnya.

Hanya mimpi, pikirnya.

Namun, ketika ia hendak kembali berbaring, pandangannya jatuh pada pantulan dirinya di cermin.

Untuk sesaat, ia merasa ada sesuatu yang berdiri tepat di belakangnya.

Ia menoleh cepat.

Kosong.

Tidak ada siapa pun di sana.

Perempuan itu mengembuskan napas, lalu mematikan lampu. Ia tidak tahu bahwa beberapa hal memang tidak membutuhkan izin untuk memasuki kehidupan seseorang. Tidak pula harus menunjukkan wujudnya agar keberadaannya dipercaya.

Di tempat lain, jauh dari jangkauan manusia, sesuatu telah lama menunggu.

Dan penantian itu belum berakhir.


Bertahun-tahun kemudian, dua perempuan dengan kehidupan yang sama sekali berbeda akan dipertemukan oleh sebuah kematian.

Satu terbiasa mencari alasan di balik perilaku manusia.

Satu lagi terbiasa menemukan jawaban melalui bukti yang tertinggal pada tubuh orang mati.

Keduanya percaya bahwa kebenaran selalu memiliki jejak.

Mereka hanya belum tahu bahwa tidak semua jejak berasal dari dunia yang mereka kenal.

私密模式:点击段落,告诉作者哪里让你感到无聊、困惑或着迷。仅作者可见。

你有什么感想?

登录后喝彩

这一章怎么样?

登录 同时撰写一篇书评。

评论

还没有评论,来第一个吧。

第1章